Sesi Teduh – Haji Memet memulai perjalanan hidupnya dari kondisi sederhana sebelum akhirnya dikenal sebagai pengusaha sukses di Majalengka. Haji Memet tumbuh dan besar di lingkungan keluarga pedagang yang mengajarkannya arti kerja keras sejak muda. Setelah lulus SMA pada tahun 1994 ia sempat memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi namun keterbatasan ekonomi membuat rencana tersebut tidak berjalan. Kegagalan itu tidak membuatnya berhenti melangkah justru menjadi titik awal perjuangannya. Ia kemudian mencoba berbagai pekerjaan hingga akhirnya merantau ke Bandung untuk bekerja sebagai tukang kreditan dengan penghasilan sangat kecil. Meski hanya menerima upah sekitar tujuh ribu rupiah per minggu ia tetap menjalani pekerjaan itu dengan tekun. Pengalaman tersebut membentuk mental bisnis yang kuat dan membuatnya memahami cara kerja perdagangan dari bawah. Dalam proses itu ia belajar banyak tentang kesabaran, kejujuran, dan pentingnya membangun relasi dengan pelanggan.
Haji Memet Bangun Pondasi Usaha dari Kerja Keras

Haji Memet memulai langkah besar dalam dunia usaha dengan pengalaman sebagai tukang kreditan yang ia jalani di Bandung. Beliau tidak pernah memandang pekerjaan tersebut sebagai hal kecil karena ia menjadikannya sebagai sekolah kehidupan yang mengajarkan cara mengelola barang dan memahami perilaku konsumen. Setelah kembali ke Majalengka ia mencoba memulai usaha sendiri dengan menjual pakaian dari Tanah Abang secara kredit kepada warga sekitar. Meskipun usaha itu sempat gagal karena kesulitan menagih pembayaran dari kerabat sendiri ia tidak menyerah. Ia kemudian mendapat dorongan dari orang tuanya untuk berjualan di pasar lokal. Dengan modal sekitar satu setengah juta rupiah ia mulai membuka lapak sederhana di Pasar Majalengka pada tahun 1996. Setiap hari ia harus memasang dan membongkar barang dagangan karena belum memiliki kios permanen. Dari kondisi tersebut ia belajar pentingnya konsistensi dalam menjalankan usaha dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan.
Baca juga: “Kuliner Jepang Makin Populer! Man Man Unagi Senopati Ramai Diserbu Pecinta Makan Enak“
Perkembangan Usaha Haji Memet di Tengah Persaingan Pasar

Perjalanan bisnis Haji Memet mulai menunjukkan perkembangan ketika ia mendapatkan kios kecil di Pasar Cigasong pada tahun 1997. Ia mencicil kios tersebut sedikit demi sedikit hingga akhirnya memiliki tempat usaha tetap. Haji Memet fokus pada prinsip menjaga ketersediaan barang agar pelanggan tidak berpindah ke tempat lain. Ia juga aktif berjualan ke berbagai pasar malam di daerah sekitar seperti Kadipaten dan Rajagaluh untuk memperluas jangkauan pembeli. Pada masa krisis moneter tahun 1997 usahanya justru mengalami peningkatan karena harga barang bergerak cepat dan permintaan tetap tinggi. Kondisi ini membuat pendapatannya meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya. Ia kemudian mulai mempekerjakan karyawan dan memperluas stok barang dagangan. Setelah menikah pada tahun 2001 usahanya semakin berkembang karena dukungan keluarga dan jaringan distribusi yang semakin luas. Dari titik ini ia mulai membangun sistem usaha yang lebih terstruktur dan stabil.
Transformasi Menjadi Pengusaha Besar Majalengka
Haji Memet mengalami perubahan besar dalam skala usaha ketika ia mulai membangun toko yang lebih besar di depan Pasar Cigasong. Ia membeli rumah pada tahun 2002 lalu mengubahnya menjadi pusat perdagangan tiga lantai yang dikenal masyarakat luas. Haji Memet terus memperluas usaha dengan menambah variasi produk seperti pakaian, sepatu, dan tas untuk semua kalangan. Ia juga menghadapi tantangan besar pada tahun 2015 ketika pedagang lain menolak usaha grosirnya karena dianggap terlalu besar. Namun ia tidak mundur dan tetap melanjutkan bisnis dengan keyakinan kuat. Setelah itu ia membangun toko baru di kawasan Baribis yang kemudian berkembang menjadi pusat belanja besar di Majalengka. Usaha ini menarik pelanggan dari berbagai daerah seperti Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. Keberhasilan ini membuat masyarakat sekitar menyebut tokonya sebagai mal lokal karena skala dan variasi produknya yang luas.
Haji Memet dan Ekspansi Bisnis ke Dunia Layanan Haji
Haji Memet tidak berhenti pada bisnis ritel pakaian tetapi juga mulai mengembangkan usaha ke sektor jasa perjalanan ibadah. Ia mendirikan usaha travel umrah dan haji pada tahun 2018 yang kemudian berkembang menjadi UD Tour Umrah dan Haji Plus. Haji Memet melihat peluang besar dalam layanan perjalanan religi karena tingginya minat masyarakat untuk beribadah ke tanah suci. Kantor layanan tersebut berdiri di samping toko utama sehingga memudahkan pelanggan mengakses berbagai layanan sekaligus. Ia juga membangun reputasi usaha dengan mengutamakan pelayanan dan kepercayaan pelanggan. Hal ini kemudian menjadi identitas kuat yang melekat hingga sekarang. Ekspansi bisnis ini menunjukkan kemampuannya dalam membaca peluang dan mengembangkan usaha di berbagai sektor.
Dampak Kesuksesan bagi Masyarakat Majalengka
Kesuksesan Haji Memet memberikan dampak besar bagi masyarakat sekitar terutama dalam hal lapangan pekerjaan. Haji Memet kini mempekerjakan sekitar 400 karyawan yang sebagian besar berasal dari Majalengka dan daerah sekitarnya. Ia juga menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi karyawan dari luar daerah untuk mendukung kenyamanan kerja. Perjalanan panjangnya dari pekerja kecil hingga menjadi pengusaha besar menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia tetap mempertahankan sikap sederhana meskipun telah mencapai kesuksesan besar dalam dunia bisnis. Interaksinya dengan pelanggan dan karyawan menunjukkan bahwa ia tetap menjaga nilai kebersamaan dan kerja keras. Kisah hidupnya menunjukkan bahwa orang dapat meraih kesuksesan melalui ketekunan dan keberanian untuk terus mencoba meskipun menghadapi kegagalan. Perubahan hidupnya juga menunjukkan pentingnya konsistensi dalam membangun usaha dari bawah hingga mencapai skala besar.
